Kamis, 01 Desember 2016

materi Abstrak



1.     Pengertian Abstrak
Abstrak adalah ringkasan isi suatu tulisan ilmiah dalam bentuk singkat dan padat (Rahayu, 2007:196). Panjang abstrak tidak lebih dari satu hingga dua paragraf, atau berkisar 150-400 kata (Rahayu 2007; Kalidjernih 2010). Abstrak disusun setelah tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, laporan magang, makalah, selesai ditulis. Abstrak dicantumkan teratas atau terdepan sebelum bab latar belakang atau pendahuluan. Dengan posisi teratas dan terdepan, abstrak membantu pembaca untuk mengetahui garis besar isi tulisan sebelum membacanya secara keseluruhan.
2.     Ciri-Ciri Abstrak
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan abstrak adalah sebagai berikut.
a.      Bentuk tulisan bersifat: (1) informatif kualitatif atau kuantitatif bergantung jenis laporan atau karya ilmiah, dan (2) deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif bergantung pada jenis laporan atau karya ilmiah.
b.     Abstrak disajikan secara singkat, terdiri atas 200 s.d. 300 kata atau sekitar 7 s.d. 10 paragraf dan diletakkan sebelum daftar isi.
c.      Abstrak tidak memuat latar belakang, contoh, penjelasan berupa alat, cara kerja, dan proses yang sudah dikenal atau lazim.
d.     Abstrak hanya memuat metode kerja dari pengumpulan data sampai penyimpulan dan data yang sudah diolah.
e.      Dalam penyusunan abstrak, perlu diperhatikan ketelitian penyajian sumber informasi asli secara cermat, mudah dipahami, dan menggunakan kata atau istilah yang sama dengan tulisan aslinya.
f.      Pengetikan berspasi satu, menggunakan tipe tulisan standar times new roman atau arial, dengan ukuran tulisan 12 pt.

3.     Contoh Abstrak
ABSTRAK
Tarto. NIM. 11PSC01307. Pembelajaran Keterampilan Menceritakan Hasil Pengamatan/ Kunjungan (Studi Kasus di Kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri, Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013) Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Widya Dharma Klaten.
Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran keterampilan menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan  pada siswa kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri? (2) Mengapa pembelajaran keterampilan menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan pada siswa kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri berlangsung seperti ketika peneliti melakukan pengamatan?
Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan pikiran, gagasan, atau perasaan. Pembelajaran keterampilan berbicara perlu berbasis PAIKEM, agar mendorong terciptanya keterampilan berbicara pada siswa.
 Kata kunci: Pembelajaran Menceritakan Hasil Pengamatan/ Kunjungan
 Penelitian Studi Kasus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar