1. Pengertian Abstrak
Abstrak adalah ringkasan isi suatu tulisan ilmiah dalam bentuk
singkat dan padat (Rahayu, 2007:196). Panjang abstrak tidak lebih dari satu
hingga dua paragraf, atau berkisar 150-400 kata (Rahayu 2007; Kalidjernih 2010). Abstrak disusun setelah tulisan ilmiah, seperti laporan
penelitian, laporan magang, makalah, selesai ditulis. Abstrak dicantumkan
teratas atau terdepan sebelum bab latar belakang atau pendahuluan. Dengan
posisi teratas dan terdepan, abstrak membantu
pembaca untuk mengetahui garis besar isi tulisan sebelum membacanya secara
keseluruhan.
2. Ciri-Ciri Abstrak
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan abstrak
adalah sebagai berikut.
a. Bentuk
tulisan bersifat: (1) informatif kualitatif atau kuantitatif bergantung jenis laporan atau karya ilmiah, dan (2) deskriptif,
analisis, induktif, atau deduktif bergantung pada jenis laporan atau karya
ilmiah.
b. Abstrak
disajikan secara singkat, terdiri atas 200 s.d. 300 kata atau sekitar 7 s.d. 10
paragraf dan diletakkan sebelum daftar isi.
c. Abstrak
tidak memuat latar belakang, contoh, penjelasan berupa alat, cara kerja, dan proses yang sudah dikenal atau
lazim.
d. Abstrak
hanya memuat metode kerja dari pengumpulan data sampai
penyimpulan dan data yang sudah diolah.
e. Dalam
penyusunan abstrak, perlu diperhatikan ketelitian penyajian sumber informasi
asli secara cermat, mudah dipahami, dan menggunakan kata atau istilah yang sama
dengan tulisan aslinya.
f. Pengetikan
berspasi satu, menggunakan tipe tulisan standar times new roman atau arial,
dengan ukuran tulisan 12 pt.
3. Contoh
Abstrak
ABSTRAK
Tarto. NIM. 11PSC01307.
Pembelajaran Keterampilan Menceritakan Hasil Pengamatan/ Kunjungan (Studi Kasus
di Kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri, Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013)
Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Widya
Dharma Klaten.
Permasalahan yang diungkap dalam
penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran keterampilan
menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan
pada siswa kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri? (2) Mengapa
pembelajaran keterampilan menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan pada siswa
kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri berlangsung seperti ketika peneliti
melakukan pengamatan?
Berbicara
adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk
mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan pikiran, gagasan, atau perasaan.
Pembelajaran keterampilan berbicara perlu berbasis PAIKEM, agar mendorong
terciptanya keterampilan berbicara pada siswa.
Kata kunci: Pembelajaran Menceritakan Hasil
Pengamatan/ Kunjungan
Penelitian
Studi Kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar