1. Pengertian Ikhtisar
Baik ringkasan maupun ikhtisar
merupakan kegiatan menyusun intisari bacaan asli. Ikhtisar seyogianya disusun
setelah menghasilkan ringkasan. Ikhtisar adalah rangkuman gagasan yang dianggap
penting oleh penyusun ikhtisar yang digali bacaan (Utorodewo dkk., 2004). Ikhtisiar
adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh
secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema
sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam
sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang. Dalam
penulisan ikhtisar, sistematika bacaan asli tidak perlu dipertahankan, tidak
perlu isi bacaan secara utuh disampaikan. Penyusun ikhtisar dapat langsung
mengemukakan pokok masalah dan mengetengahkan solusinya. Ilustrasiatau isi dari
beberapa bab dapat dipergunakan sebagai penjelasan inti atau pokok masalah.
Bagian lain yang diangap tidak penting tidak perlu disoroti (Keraf, 1994:
Utorodewo dkk., 2004). Contoh ikhtisar dapat ditemukan dalam penulisan teras
berita disurat kabar, sampul belakang
buku, atau kilasan berita (Utorodewo Dkk., 2004).
2. Ciri-Ciri Ikhtisar
a. Tidak
mempertahankan urutan gagasan.
b. Bebas
mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.
c. Tujuannya
untuk mengambil inti.
3. Contoh Ikhtisar
Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di
kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu
pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka
bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung
dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari
Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh
AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri
Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata
nuklir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar