Kamis, 01 Desember 2016

Pengertian Sintesis, syarat sintesis dan contohnya



1.     Pengertian Sintesis
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.”
Dalam kehidupan sehari-hari kadang kala Anda harus mengumpulkan banyak informasi untuk melihat hubungan-hubungan: misalnya, Anda mengumpukan informasi tentang sebuah film di bioskop dari orang-orang yang sudah menonton. Jika hasilnya diperoleh kesan negatif mengenai film tersebut, Anda menyintesiskan dan menggunakannya untuk memutuskan menonton atau tidak menonton film tersebut.
Dalam tulisan ilmiah, sintesis adalah kegiatan merangkum berbagai pengertian atau pendapat dari dua atau banyak bacaan untuk dihasilkan tulisan yang baruyang sesuai dengan kebutuhan penulis (Utorodewo dkk., 2004).  Sintesis dari sumber-sumber bacaan dapat digunakan untuk menghasilkan sintesis sepanjang satuparagraf atau sesuai esai.
Sintesis melibatkan kegiatan meganalisis perbedaan, pertentangan, persamaan, klasifikasi, dan divisi dari beberapa sumber bacaan. Dari sumber-sumber itu ditemukan inspirasi baru, kategori baru, sudut pandang baru sehingga akhirnya dapat diungkapkan topik tersendiri dari sudut pandang penulis sintesis.
Untuk dapat menulis sintesis, Anda perlu menguasai teknik menusun kutipan dan daftar acuan. Kutipan-kutipan penting yang relevan dengan apa yang akan ditulis dikumpulkan dan diulas. Dengan demikian, sintesis merupakan simpulan penulis atas pemahamannya terhadap beberapa bacaan (Utorodewo dkk., 2004: 129-190).
2.     Syarat-Syarat Sintesis
Ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, di antaranya (Utorodewo dkk, 2004: 97): (1) penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya, (2) bersikap kritis atas sumber yang dibacanya, (3) sudut pandang penulis harus tajam, (4) penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan (5) penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.
3.     Contoh Sintesis
Pengertian Bahasa
1.     Menurut filsafat
Bahasa ialah ucapan, pikiran, dan perasaan manusia dengan mempergunakan alat bunyi yang teratur (Intisari Tata Bahasa Indonesia )
2.      Menurut ilmu Bahasa
Bahasa adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat (Intisari Tata Bahasa Indonesia).
Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakatberupa simbol bunyi yang dihasilkan lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Goys Keraf,1988).
Bahasa adalah sistem lambang yangarbitrer yangdigunakanoleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (KBBI, 1991;77).
Bahasa adalah percakapan (peralatan) yang baik,tingkah lakuyang baik, sopan santun (KBBI, 1991;77).
Bahasa adalah kumpulan kata dan aturannya berupa kalimat merupakan sistem bunyi yang melambangkan pengertian-pengertian tertentu (Ensiklopedia Indonesia).
Bahasa adalah sistem dari pada lambang tanda yang berupa bunyi yang dipakai untuk melahirkan pikiran dan perasaan (KBBI).

materi Abstrak



1.     Pengertian Abstrak
Abstrak adalah ringkasan isi suatu tulisan ilmiah dalam bentuk singkat dan padat (Rahayu, 2007:196). Panjang abstrak tidak lebih dari satu hingga dua paragraf, atau berkisar 150-400 kata (Rahayu 2007; Kalidjernih 2010). Abstrak disusun setelah tulisan ilmiah, seperti laporan penelitian, laporan magang, makalah, selesai ditulis. Abstrak dicantumkan teratas atau terdepan sebelum bab latar belakang atau pendahuluan. Dengan posisi teratas dan terdepan, abstrak membantu pembaca untuk mengetahui garis besar isi tulisan sebelum membacanya secara keseluruhan.
2.     Ciri-Ciri Abstrak
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan abstrak adalah sebagai berikut.
a.      Bentuk tulisan bersifat: (1) informatif kualitatif atau kuantitatif bergantung jenis laporan atau karya ilmiah, dan (2) deskriptif, analisis, induktif, atau deduktif bergantung pada jenis laporan atau karya ilmiah.
b.     Abstrak disajikan secara singkat, terdiri atas 200 s.d. 300 kata atau sekitar 7 s.d. 10 paragraf dan diletakkan sebelum daftar isi.
c.      Abstrak tidak memuat latar belakang, contoh, penjelasan berupa alat, cara kerja, dan proses yang sudah dikenal atau lazim.
d.     Abstrak hanya memuat metode kerja dari pengumpulan data sampai penyimpulan dan data yang sudah diolah.
e.      Dalam penyusunan abstrak, perlu diperhatikan ketelitian penyajian sumber informasi asli secara cermat, mudah dipahami, dan menggunakan kata atau istilah yang sama dengan tulisan aslinya.
f.      Pengetikan berspasi satu, menggunakan tipe tulisan standar times new roman atau arial, dengan ukuran tulisan 12 pt.

3.     Contoh Abstrak
ABSTRAK
Tarto. NIM. 11PSC01307. Pembelajaran Keterampilan Menceritakan Hasil Pengamatan/ Kunjungan (Studi Kasus di Kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri, Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013) Tesis Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Universitas Widya Dharma Klaten.
Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran keterampilan menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan  pada siswa kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri? (2) Mengapa pembelajaran keterampilan menceritakan hasil pengamatan/ kunjungan pada siswa kelas V SD Negeri I Eromoko, Wonogiri berlangsung seperti ketika peneliti melakukan pengamatan?
Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan pikiran, gagasan, atau perasaan. Pembelajaran keterampilan berbicara perlu berbasis PAIKEM, agar mendorong terciptanya keterampilan berbicara pada siswa.
 Kata kunci: Pembelajaran Menceritakan Hasil Pengamatan/ Kunjungan
 Penelitian Studi Kasus

Materi tentang Ikhtisar



1.     Pengertian Ikhtisar
Baik ringkasan maupun ikhtisar merupakan kegiatan menyusun intisari bacaan asli. Ikhtisar seyogianya disusun setelah menghasilkan ringkasan. Ikhtisar adalah rangkuman gagasan yang dianggap penting oleh penyusun ikhtisar yang digali bacaan (Utorodewo dkk., 2004). Ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang. Dalam penulisan ikhtisar, sistematika bacaan asli tidak perlu dipertahankan, tidak perlu isi bacaan secara utuh disampaikan. Penyusun ikhtisar dapat langsung mengemukakan pokok masalah dan mengetengahkan solusinya. Ilustrasiatau isi dari beberapa bab dapat dipergunakan sebagai penjelasan inti atau pokok masalah. Bagian lain yang diangap tidak penting tidak perlu disoroti (Keraf, 1994: Utorodewo dkk., 2004). Contoh ikhtisar dapat ditemukan dalam penulisan teras berita  disurat kabar, sampul belakang buku, atau kilasan berita (Utorodewo Dkk., 2004).
2.     Ciri-Ciri Ikhtisar
a.      Tidak mempertahankan urutan gagasan.
b.     Bebas mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.
c.      Tujuannya untuk mengambil inti.
3.     Contoh Ikhtisar
Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata nuklir.

MATERI TENTANG RINGKASAN



1.     Pengertian Ringkasan
Ringkasan (precis) merupakan upaya menyajikan tulisan yang panjang dalam bentuk singkat dan padat. Kata precis berarti memotong atau memangkas. Karena itu, membuat ringkasan dari bacaan atau tulisan yang panjang dapat diumpamakan seperti “memangkas” sebatang pohon hingga tersisa batang, cabang, dan ranting beserta dedaunan yang diperlukan. Dengan kata lain, hanya esensi pohon yang dipertahankan (Keraf, 1994:261).
      Dalam meringkas, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, serta penjelasan-penjelasan yang terperinci dihilangkan sehingga benar-benar menjadi sari tulisan tanpa hiasan(Utorodewo dkk.,2004). Meskipun demikian, peringkas harus tetap mempertahankan urutan pikiran penulisan asli beserta pendekatannya.
      Karena berbicara dalam suara penulis asli, peringkas tidak boleh memulai ringkasannya dengan, ”Dalam tulisannya penulis berkata..” atau “Dalam buku ini penulis mengatakan. Dan sebagainya” Peringkas langsung menyusun ringkasan dalam rangkaian kalimat, paragraf, dan seterusnya. Bacaan yang diringkas dapat berupa buku, bab didalam buku/artikel, makalah, atau skripsi. Panjang ringkasan berkisar seperlima atau sepersepuluh dari karangan asli (Keraf, 1994:261-263).
2.     Ciri-Ciri Ringkasan
     Membuat ringkasan memiliki ciri-ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari ringkasan tersebut adalah sebagai berikut.
a.      Pengungkapan kembali bentuk kecil dari sebuah karangan.
b.     Mereproduksi kembali apa kata pengarang.
c.      Mempertahankan urutan-urutan gagasan yang membangun sosok (badan) karangan.
d.     Penyusun ringkasan terikat oleh penataan, isi, dan sudut pandang pengarangnya.
e.      Kalimatnya pendek-pendek dan senada dengan kalimat pengarang aslinya. (Nurhadi, 2010 : 137-138).
3.     Contoh Ringkasan
BUKU : CAPUNG
1. Judul Buku            : MENGENAL CAPUNG
2. Penulis                   : Shanti Susanti
3. Penerbit                  : Puslitbang Biologi – LIPI
4. Tahun penerbit       : 1998
5. Ringkasan              :
 Capung adalah binatang yang menarik, memiliki 4 sayap, kepala besar, antena, toraks yang kuat dan kaki yang sempurna. Mata capung sangat besar disebut mata majemuk, terdiri dari ommatidium. Dengan ini dia bisa melihat ke segala arah dan mendektesi gerakan yang jauhnya lebih dari 10 meter. Dan kakinya sangat kuat jadi digunakan untuk hinggap di suatu tempat, bukan untuk berjalan.
Capung hidup seluruh dunia, paling banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Di Indonesia terdapat sekitar 750 jenis capung. Capung juga dapat hidup di pengunungan tinggi dan kawasan kutub utara.
Capung menghabiskan sebagian hidupnya sebagai nimfa (sepasin) yang sangat bergantung pada perairan  seperti sungai, sawah, danau, kolam, atau rawa.
Capung mengalami daur hidupnya sebanyak tiga tahap, yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Daur ini termasuk metamorfosis tidak lengkap. Nimfa terkenal dengan pemangsa yang ganas di dalam air dan bernafas dengan insang. Pada waktuknya selama lima tahun nimfa naik ke atas permukaan, memanjat tumbuhan dan berubah menjadi capung dewasa.
Telur capung ada yang panjang dan bulat, telurnya terdapt sebuah lubang untuk dimasuki sperma sebelum ditaruh oleh induknya. Selama 1-3 minggu telur akan menetas. Selain itu telur dapat sebagai makanan ikan besar.
Perilaku menarik capung, capung kawin dengan cara yang aneh. Capung akan melakukan perkawinan dengan terbang, dengan menggunakan ekornya capung jantan akan mencengkram bagian kepala betina, lalu betina membengkokkan ujung perutnya menuju alat kelamin jantan yang sudah teirsi sperma. Dan capung memiliki kebiasaan  untuk berjemur.
Manfaat capung bagi kehidupan manusia ada banyak salah satunya adalah. Capung sebagai inspirasi para seniman lukis,perancang mode, penulis puisi dan lagu. Dapat juga sebagai makanan perangsang, sebagai obat, dan digunakan untuk menghentikan kebiasaan mengompol pada anak- anak dengan cara si capung menggelitik pusar anak tersebut. Capung dapat juga sebagai pembasmi binatang kecil yang berbahaya seperti jentik- jentik nyamuk.
Capung merupakan binatang yang akan punah karena habitat yang rusak karena ulah manusia. Oleh sebab itu, capung harus dilestarikan. Dengan cara tidak menangkapnya, dimakan atau dimainkan, juga harus dilestarikan tempat tinggalnya/ habitat.